Program Magang Nasional Dibuka Lagi, Fresh Graduate Berpeluang Dapat Uang Saku hingga Rp6 Juta

Jakarta – Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional 2026 sebagai upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan baru memasuki dunia industri. Program yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan ini akan mulai membuka pendaftaran pada 15 Juli 2026 dengan total kuota mencapai 150 ribu peserta.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan kuota Program Magang Nasional tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika pada angkatan pertama tersedia 100 ribu peserta, kini pemerintah menambah kuota menjadi 150 ribu peserta dengan dukungan anggaran sekitar Rp4,2 triliun.

“Kita mulai nanti pendaftaran peserta ini, yang mungkin ditunggu-tunggu, 15 Juli. Jadi masih ada kesempatan dua minggu lagi kira-kira,” ujar Yassierli.

Ia menjelaskan proses rekrutmen dilakukan secara bertahap agar pelaksanaannya lebih efektif. Pendaftaran dibagi menjadi tiga gelombang, masing-masing menyediakan kuota 50 ribu peserta.

“Pada 15 Juli kita akan mulai buka batch pertama pendaftaran untuk kuota sebesar 50.000 orang. Nanti kita buka segera sesudah itu batch kedua 50.000, dan batch ketiga 50.000 orang,” jelasnya.

Program ini ditujukan bagi lulusan diploma dan sarjana yang baru menyelesaikan pendidikan. Selama enam bulan, peserta akan memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan sekaligus mendapatkan pendampingan dari mentor profesional guna memperkuat kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Secara terpisah, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebut Program Magang Nasional merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap tingginya kebutuhan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi.

“Untuk itu, Bapak Presiden Prabowo melalui Pak Menaker beserta tim membentuk namanya Program Magang Nasional. Dan ini sudah angkatan yang kedua, tahun lalu sudah dilaksanakan, tahun 2025,” kata Teddy.

Selain pengalaman kerja, peserta juga memperoleh uang saku yang disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) di lokasi perusahaan tempat mereka ditempatkan.

“Kemudian mendapatkan penghasilan yang cukup signifikan, itu di antara Rp3,5 juta sampai bahkan ada yang Rp6 juta per bulan, tergantung dari lokasi mereka bekerja,” ungkap Teddy.

Melalui perluasan Program Magang Nasional, pemerintah berharap semakin banyak lulusan baru memiliki pengalaman, keterampilan, dan daya saing yang lebih baik sehingga peluang memperoleh pekerjaan tetap semakin terbuka, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top