Dari Hilirisasi hingga UMKM: Strategi Pemerintah Memperluas Kesempatan Kerja

Oleh: Rizky Adiwicaksono *)

Upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja nasional semakin menunjukkan arah yang konsisten melalui penguatan hilirisasi industri, pemberdayaan UMKM, serta percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ketiga agenda tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling menopang dalam membentuk struktur ekonomi yang lebih produktif, berdaya saing, dan mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan. Di tengah tantangan global yang masih berfluktuasi, strategi ini mencerminkan keberanian pemerintah untuk menggeser orientasi pembangunan dari sekadar pertumbuhan menuju penciptaan nilai tambah dan kesempatan kerja yang nyata bagi masyarakat.

Peresmian PSN Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi gambaran konkret bagaimana pembangunan industri strategis diarahkan langsung pada penguatan ketenagakerjaan nasional. Proyek modernisasi kilang yang telah berjalan sejak 2019 dengan investasi sekitar Rp123 triliun ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menghadirkan efek berlapis terhadap penyerapan tenaga kerja, baik pada tahap konstruksi maupun operasional. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan sektor energi merupakan fondasi kemandirian bangsa, sekaligus prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan dan stabilitas ekonomi nasional.

RDMP Balikpapan memperlihatkan bahwa PSN tidak lagi semata diukur dari kapasitas produksi atau besaran investasi, melainkan dari kemampuannya menggerakkan ekonomi lokal dan membuka ruang kerja yang luas. Puluhan ribu tenaga kerja terlibat selama masa pembangunan, mencakup sektor konstruksi, rekayasa, logistik, hingga jasa pendukung. Ketika memasuki fase operasi, kilang modern berteknologi tinggi ini juga membutuhkan tenaga kerja terampil yang berkelanjutan, sehingga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Penilaian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkuat pandangan tersebut, bahwa beroperasinya RDMP Balikpapan menjadi tonggak penting kemandirian energi sekaligus perluasan dampak ekonomi, termasuk penciptaan pekerjaan di sektor industri energi dan turunannya.

Agenda hilirisasi yang menjadi kerangka besar pembangunan industri nasional semakin mempertegas arah penciptaan lapangan kerja berbasis nilai tambah. Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan bahwa sepanjang 2025, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau lebih dari 30 persen total investasi nasional, dengan pertumbuhan tahunan yang signifikan. Angka ini merefleksikan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah yang konsisten mendorong pengolahan di dalam negeri, sekaligus menunjukkan potensi besar penciptaan lapangan kerja dari sektor-sektor strategis.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menekankan bahwa sektor mineral dan batu bara masih menjadi tulang punggung investasi hilirisasi, khususnya pada komoditas seperti nikel, tembaga, bauksit, dan besi baja. Namun demikian, arah kebijakan pemerintah tidak berhenti pada sektor ekstraktif. Hilirisasi di bidang perkebunan, kehutanan, migas, hingga perikanan dan kelautan juga terus diperkuat, menciptakan spektrum lapangan kerja yang lebih luas dan inklusif. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa penciptaan kerja tidak terpusat pada satu sektor, melainkan menyebar ke berbagai wilayah dan lapisan ekonomi.

Capaian realisasi investasi nasional sebesar Rp1.931,2 triliun sepanjang 2025 yang melampaui target turut berbanding lurus dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja hingga lebih dari 2,7 juta orang. Fakta ini memperkuat argumen bahwa kebijakan hilirisasi bukan hanya strategi industri, tetapi juga instrumen efektif untuk menjaga dinamika pasar kerja nasional. Dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri dalam struktur investasi juga menandakan semakin kuatnya peran pelaku usaha nasional dalam mendukung agenda penciptaan lapangan kerja.

Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa penciptaan kerja tidak hanya bergantung pada proyek besar dan investasi skala industri, tetapi juga pada keberlangsungan UMKM sebagai penyerap tenaga kerja terbesar. Keberlanjutan Paket Ekonomi pada 2026 menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan tenaga kerja. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa berbagai insentif fiskal dan program penguatan UMKM terus dimatangkan untuk memastikan daya tahan sektor usaha kecil di tengah dinamika ekonomi.

Perpanjangan insentif PPh Final UMKM, PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi sektor padat karya, serta keberlanjutan Program Magang Nasional menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintah dalam mengelola pasar tenaga kerja. Kebijakan ini tidak hanya menjaga lapangan kerja yang telah ada, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja baru agar lebih siap memasuki dunia kerja. Realisasi Program Magang Nasional yang melampaui target awal menjadi indikator positif bahwa kebijakan ketenagakerjaan pemerintah mulai menyentuh aspek kesiapan dan kualitas sumber daya manusia.

Program padat karya tunai dan perluasan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal turut melengkapi strategi penciptaan kerja yang inklusif. Dengan menyasar sektor-sektor yang rentan, pemerintah memperlihatkan bahwa agenda penciptaan lapangan kerja tidak bersifat eksklusif, melainkan menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Ke depan, pengembangan ekonomi perkotaan dan gig economy berbasis digital di sejumlah kota juga membuka peluang baru bagi UMKM dan pekerja informal untuk beradaptasi dengan perubahan struktur ekonomi.

Secara keseluruhan, sinergi antara PSN, hilirisasi industri, dan penguatan UMKM menegaskan arah kebijakan pemerintah yang berpihak pada penciptaan lapangan kerja berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih mandiri, inklusif, dan berdaya saing. Dengan konsistensi kebijakan dan penguatan implementasi di lapangan, agenda pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja memiliki pijakan yang kuat untuk terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

*) Analis Ekonomi dan Industri Strategis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top