Oleh : Loa Murib Menjelang 1 Desember, dinamika keamanan di Papua kembali menjadi perhatian seriusberbagai elemen masyarakat. Tanggal tersebut kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untukmemunculkan provokasi yang dapat mengganggu stabilitas, memecah kesatuan sosial, dan menciptakan keresahan. Di tengah momentum menjelang Natal serta perayaan HUT Kota Wamena, ketenangan masyarakat menjadi prioritas yang harus dijaga. Karena itu, komitmenbersama antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan aparat keamanan menjadi kunciutama dalam menolak segala bentuk provokasi menjelang 1 Desember. Di Kabupaten Jayawijaya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersamaLembaga Masyarakat Adat (LMA) dari 40 distrik memperkuat koordinasi untuk mencegahpotensi gangguan keamanan. Pelaksana Tugas Kepala Bakesbangpol Jayawijaya, Amos Asso, menegaskan pentingnya konsolidasi lintas elemen demi menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Menurut Amos, pertemuan antara pemerintah daerah, LMA, dan organisasikepemudaan bertujuan membentuk kesadaran kolektif agar masyarakat tetap tenang, tidakmudah dipengaruhi isu-isu menyesatkan, serta menghindari tindakan yang dapatdimanfaatkan kelompok provokatif. Pernyataan Amos memperlihatkan komitmen kuatpemerintah daerah menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus menegaskan bahwakewaspadaan harus diiringi solidaritas seluruh pihak.